Pada suatu hari, di suatu negara yang indah sekali, di negara yang bernama negara Simatupang. Ada seorang gadis bernama Chika yang tinggal di negara itu. Dia adalah gadis yang manis,baik,ramah dan banyak orang yang menyukai sikap dan wajah nya. Hari berganti hari,bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Chika semakin tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik. Seumur hidupnya, ia tidak pernah memiliki pacar/pasangan.
Pada suatu hari, Chika bertemu dengan seorang laki laki yang tampan, mempesona, bertampang wibawa, berambut pirang, berbadan tegak dan ingusan. Laki laki itu bernama Riang. Riang adalah seorang anak laki laki dari sebuah keluarga yang sederhana. Riang juga tinggal di negara yang sama dengan Chika yaitu negara Simatupang. Lalu seiring berjalannya waktu, Riang dan Chika menjalani hubungan bersama di negara Simatupang. Lama kelamaan tumbuh bibit cinta diantar mereka berdua. Dan ahkirnya mereka menjalin kisah cinta bersama.
Tahun berganti tahun ahkirnya mereka nikah di pusat kota negara Simatupang. Pernikahan itu disambut dengan meriah dan banyak sukacita yang terjadi di pernikahan itu. Beberapa bulan setelah pernikahan tersebut, Chika mengandung seorang anak. 9 bulan kemudian Chika melahirkan seorang anak laki laki yang tampang nya tampan, putih. dan menawan. Anak laki laki itu diberi nama Jarjit.
Jarjit dirawat dari kecil oleh Riang dan Chika dengan penuh kasih sayang. Ia semakin tumbuh dan tumbuh menjadi anak laki laki yang tampan dan ganteng
Saat Jarjit duduk dibangku SMP, Jarjit merupakan anak yang sangat nakal, walaupun ia merupakan anak yang pinyar disekolahnya, ia sering bolak balik ke ruang BK karena sikap nya yang nakal.
Jarjit makin tumbuh menjadi pria yang semakin dewasa. Saat Jarjit lulus SMA, ia semakin jauh dari orang tua nya. Bahkan ia tidak memberi orang tua nya sedikit kasih sayang. Saat ia melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi ia pun bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Lula. Hari berganti hari, Jarjit dan Lula pun semakin dekat.
Berbulan bulan kemudian Jarjit dan Lula ahkirnnya menikah. Setelah menikah, Jarjit semakin jauh dengan orang tua nya. Ia tidak pernah menghubungi orang tua nya sekalipun. Orang tua nya, Chika dan Riang sering sedih karena Jarjit sudah tidak dekat dengan mereka.
Beberapa waktu kemudian, Chika dan Riang berencana untuk menemui anak nya. Mereka sangat rindu dengan anaknya yang sangat manis dan riang walaupun kenyataannya anak nya sudah tidak lagi seperti itu. Mereka berencana untuk mengujungi tempat anak nya tinggal, yaitu di negara Korengan. Jarjit dan Lula tinggal bersama di negara Korengan setelah mereka berdua menikah secara resmi di negara Simatupang. Mereka tinggal bersama dengan sangat bahagia sampai sampai Jarjit melupakan keberadaan orang tua nya.
Ahkirnya Chika dan Riang bersiap siap untuk berangkat ke negara Korengan. Setelah bersiap siap, mereka berangkat menggunakan kapal fery. Mereka menyebrangi lautan lepas yang luas. Setelah beberapa hari menyebrangi laut, ahkirnya mereka tiba di negara Korengan dengan selamat.
Setelah tiba, Chika dan Riang memesan taksi. Mereka menunggu beberapa saat dan ahkirnya, taksinya tiba. Mereka menaiki taksi nya, lalu menuju ke rumah anaknya di Kota. Di dalam perjalanan, Riang dan Chika sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya. Ahkirnya setelah menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama mereka tiba di Rumah jarjit yang sangat megah
Setelah sampai, mereka memberanila diri untuk mengetuk pintu rumah anaknya. Setelah beberapa kali diketuk ahkirnya pintu nya dibuka. Disaat itu jarjit kebingungan, lalu bertanya kepada mereka”kalian siapa?” tanya jarjit. “Kau sudah tidak ingat lagi dengan kita lagi nak?”. “Kami orang tua mu nak” ucap riang dan chika. Jarjit berkata “Aku tidak punya orang tua lagi, orang tua ku sudah mati”.
Disaat itu juga Riang dan Chika menangis karena anaknya sendiri berkata seperti itu. Setelah itu mereka diusir oleh Jarjit dengan kata kata yang tidak sopan. Lalu pada saat itu juga, Jarjit dikutuk menjadi batu bata. Ia dikutuk karena sudah menyakiti hati orang tuannya.
Orang tua nya juga sedih karena dia telah dikutuk menjadi batu bata. Setelah itu, orang tuannya membawa batu bata tersebut pulang.
Saat Jarjit duduk dibangku SMP, Jarjit merupakan anak yang sangat nakal, walaupun ia merupakan anak yang pinyar disekolahnya, ia sering bolak balik ke ruang BK karena sikap nya yang nakal.
Jarjit makin tumbuh menjadi pria yang semakin dewasa. Saat Jarjit lulus SMA, ia semakin jauh dari orang tua nya. Bahkan ia tidak memberi orang tua nya sedikit kasih sayang. Saat ia melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi ia pun bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Lula. Hari berganti hari, Jarjit dan Lula pun semakin dekat.
Berbulan bulan kemudian Jarjit dan Lula ahkirnnya menikah. Setelah menikah, Jarjit semakin jauh dengan orang tua nya. Ia tidak pernah menghubungi orang tua nya sekalipun. Orang tua nya, Chika dan Riang sering sedih karena Jarjit sudah tidak dekat dengan mereka.
Beberapa waktu kemudian, Chika dan Riang berencana untuk menemui anak nya. Mereka sangat rindu dengan anaknya yang sangat manis dan riang walaupun kenyataannya anak nya sudah tidak lagi seperti itu. Mereka berencana untuk mengujungi tempat anak nya tinggal, yaitu di negara Korengan. Jarjit dan Lula tinggal bersama di negara Korengan setelah mereka berdua menikah secara resmi di negara Simatupang. Mereka tinggal bersama dengan sangat bahagia sampai sampai Jarjit melupakan keberadaan orang tua nya.
Ahkirnya Chika dan Riang bersiap siap untuk berangkat ke negara Korengan. Setelah bersiap siap, mereka berangkat menggunakan kapal fery. Mereka menyebrangi lautan lepas yang luas. Setelah beberapa hari menyebrangi laut, ahkirnya mereka tiba di negara Korengan dengan selamat.
Setelah tiba, Chika dan Riang memesan taksi. Mereka menunggu beberapa saat dan ahkirnya, taksinya tiba. Mereka menaiki taksi nya, lalu menuju ke rumah anaknya di Kota. Di dalam perjalanan, Riang dan Chika sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya. Ahkirnya setelah menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama mereka tiba di Rumah jarjit yang sangat megah
Setelah sampai, mereka memberanila diri untuk mengetuk pintu rumah anaknya. Setelah beberapa kali diketuk ahkirnya pintu nya dibuka. Disaat itu jarjit kebingungan, lalu bertanya kepada mereka”kalian siapa?” tanya jarjit. “Kau sudah tidak ingat lagi dengan kita lagi nak?”. “Kami orang tua mu nak” ucap riang dan chika. Jarjit berkata “Aku tidak punya orang tua lagi, orang tua ku sudah mati”.
Disaat itu juga Riang dan Chika menangis karena anaknya sendiri berkata seperti itu. Setelah itu mereka diusir oleh Jarjit dengan kata kata yang tidak sopan. Lalu pada saat itu juga, Jarjit dikutuk menjadi batu bata. Ia dikutuk karena sudah menyakiti hati orang tuannya.
Orang tua nya juga sedih karena dia telah dikutuk menjadi batu bata. Setelah itu, orang tuannya membawa batu bata tersebut pulang.
No comments:
Post a Comment